Ignition Phase

Keteraturan remaja Indonesia dalam mengakses internet, masih belum terdukung secara optimal dari segi keamanan. Dengan maraknya ditemukan konten negatif yang terutama banyaknya konten pornografi, dan diikuti dengan kenyataan bahwa para remaja dan anak-anak dapat mengakses internet tanpa batas, telah memiliki dampak buruk untuk mereka terutama pada kesehatan mental dan pikiran.

Dalam pergaulan dikalangan remaja, sebagian besar di indonesia sekarang sudah dapat mengakses internet secara teratur. Namun, pada riset yang dilakukan oleh UNICEF bersama Kementrian Komunikasi dan Infomatika pada 18 Februari 2014 menyebutkan lebih dari separuh anak-anak dan remaja (52%) mengatakan mereka telah menemukan konten pornografi melalui iklan atau situs yang tidak mencurigakan, namun hanya 14% mengakui telah mengakses situs porno secara sukarela.

Peluang dan resiko dalam dunia digital perlu menemukan keseimbangan yang tepat. Walaupun sebagian responden pada penelitian yang dilakukan oleh UNICEF; (80%) menggunakan internet untuk mencari data dan informasi, khususnya untuk tugas-tugas sekolah, atau untuk bertemu teman online, (70%) melalui platfom media soial dan mendengarkan musik (65%) atau menonton video (39%). Tak bisa dipungkiri bahwa kebebasan remaja dalam mengakses internet membuat mereka dapat terkena risiko seperti pelecehan dan kekerasan, termasuk eksploitasi seksual dan perdagangan anak.

Disisi lain, terhadap intensitas penggunaan internet itu sendiri menurut temuan dari UNICEF , sekitar 80 % anak-anak dan remaja menggunakan internet, dan sebagian besar dari mereka melakukan online setiap hari atau setidaknya seminggu sekali.

Banyak anak-anak masih menggunakan komputer (69 %) atau laptop (34 %) untuk mengakses internet, tetapi telepon seluler dan smartphone memainkan peran yang semakin penting (52%) , dengan anak-anak dan remaja menjadi pendorong utama pergeseran ini. Menurut riset Roy Morgan yang dilansir pada laman resmi UNICEF, kepemilikan smartphone di Indonesia dua kali lipat antara tahun 2012 dan 2013 menjadi 24%, dan semakin signifikan hingga saat ini.

Nah, dari masalah-masalah yang terjadi, kami dari DaengApps menciptakan sebuah solusi, yaitu WeBlocker.

WeBlocker ?

Weblocker adalah sebuah tools untuk mendeteksi konten pornografi dan melakukan pengawasan aktivitas browsing yang terjadi di komputer dan terintegrasi ke perangkat mobile. Weblocker ditujukan untuk memonitor laptop dan komputer milik anak agar dapat dipantau oleh orng tua. Sehingga, mencegah dampak pornografi yang lebih lanjut.

berikut mockup aplikasi:

desk

untuk versi mobile:

desk desk

lalu apa aja sih fitur dalam penanggulangan pornografi di WeBlocker ?

Dibandingkan dengan INSAN (Internet Sehat dan Aman) yang dimiliki KOMINFO, weblocker mempunyai teknologi dan algoritma yang lebih mumpuni, karena pendeteksian yang lebih mendalam dan detail dengan beberapa metode pendeteksian terhadap penerapan filtering seperti pendeteksian berdasarkan teks, pendeteksian berdasarkan nama situs atau domain name server, atau berdasarkan citra yaitu image processing dan video detection.

Kami berawal dari sebuah masalah dan menciptakan sebuah solusi. Dengan hadirnya #1000StartupDigital mampu membantu kami dalam menyelesaikan masalah tersebut dan mengembangkan solusi yang sudah kami kerjakan.

Diharapkan dengan program ini, kami dapat terbantu dalam proses penyempurnaan produk tersebut, baik secara teknis maupun secara marketing agar Indonesia terhindar dari Pornografi.